Kum-kum Sinden, Ritual Wisuda Para Pesinden

Langkah Kaki - Sekilas tentang tradisi Kum-kum Sinden:

Kum-kum Sinden adalah sebuah tradisi yang menurut masyarakat di Dusun Sendang Made, Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, telah ada sejak zaman Raja Airlangga. 

Ritual ini dilakukan agar para pesinden memiliki suara merdu, awet muda, dan sebuah ritual yang harus dilakukan oleh pesinden sebelum terjun ke dunia sinden yang lebih profesional.

Acara yang digelar tahunan itu biasanya diikuti 50an pesinden dari beberapa sanggar yang ada di beberapa kecamatan di Jombang. Prosesi acara dimulai dengan permainan musik tradisional gending-gending jawa.


Alunan musik inilah yang mengiringi langkah para pesinden menuju situs padusan sendang made, yang konon menurut cerita masyarakat setempat pernah dipakai mandi dan singgah oleh raja Airlangga.


Keterangan foto (atas ke bawah):

-Cucuk lampah, sebagai penunjuk jalan menuntun para pesinden ke Padusan Sendang Made, Jombang, Jawa Timur.

-Sekira 50an pesinden berjalan perlahan diriingi alunan gending-gending jawa dan tarian dari Cucuk Lampah, menuju sendang.

Para pesinden, satu per satu memasuki sendang untuk menjalani proses Kum-kum Sinden.

















-Ketua Penggerak PKK Kabupaten Jombang saat itu, Wiwik Suyanto, memandikan pesinden.

 














-Wiwik Suyanto, mengalungkan selendang kepada pesinden, sebagai tanda mereka telah diwisuda.

 

Comments

  1. acara tahunan ini diadakan setiap tanggal dan bulan apa?

    ReplyDelete
  2. acara tahunan ini diadakan setiap tanggal dan bulan apa?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts

Daftar 34 Dinas Pariwisata Provinsi se-Indonesia, Beserta Alamat, No. Tlp, Email, dan Website-nya

5 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Naik Bus Tingkat Gratis di Jakarta

Video: Aksi Tour Guide Bus Tingkat Gratis di Jakarta

Pilih Mana Saat Liburan: Hotel, Kos-kosan atau Homestay?

Info Daftar Lomba Foto Instagram September 2017

Promo Tiket Kereta Murah dari KAI, Berapa Kisaran Harganya?

Ada Apa Saja di Klenteng Sam Poo Kong?

Persamaan dan Perbedaan Ronaldo dan Naruto Uzumaki

Mbah Munahar, 'Master' Nasi Goreng dari ‘Kota Santri’

Menanti Payung Terbuka di Masjid Agung Jawa Tengah