Kopi Kapal Api, Aku, dan Istriku
Secangkir semangat, Kopi Kapal Api “Jangan banyak-banyak kopinya, Mas. Dua cangkir saja. Kesehatannya dijaga.” Nasihat ini sering disampaikan istriku, tiap kali melihat aku menuangkan bubuk kopi Kapal Api ke coffee press ukuran 400 mililiter, berwarna hitam, dengan tabung berbahan kaca. Coffee press ini aku dapat, dua atau tiga tahun lalu, saat Kapal Api membuat promo paket penjualan kopi dengan coffee press di dalamnya. Seingatku harganya sekira Rp40 – 45 ribu per paket. Aku lupa tepatnya. Tiga paket kopi Kapal Api dengan coffee press aku beli saat itu. Satu aku pakai sendiri. Satu lagi aku kirimkan ke kakakku yang berada di Sumatera Selatan. Satu lagi, ehm … aku jual. Yang terakhir saya sebutkan, adalah insting. Tiap ada sesuatu yang murah dan bisa dijual, pasti aku beli lebih dari satu. Termasuk paket Kopi Kapal Api dan coffee press di dalamnya. Ketika melintasi rak yang berisi berbagai merek kopi di sebuah supermarket, langkahku terhenti manakala melihat...